Perbedaan Hubungan Resesi dan Inflasi

Perbedaan Hubungan Resesi dan Inflasi - Ketika mendengar sebuah berita tentang ketidakseimbangan perekonomian di suatu negara, tidak jarang pembawa berita menyebutkan hubungan resesi dan inflasi.

Perbedaan Resesi dan Inflasi
Gambar/Pixabay

Bagi anda yang sedang pernah belajar tentang ekonomi, maka istilah seperti ini sudah tidak asing. Tetapi apabila anda belum pernah belajar tentang ekonomi, maka artikel ini tepat anda membacanya.

Apa itu resesi ? Apa itu Inflasi ? Apa perbedaan resesi dan inflasi ? dan apakah dampaknya bagi sebuah negara jika mengalami hal ini. Untuk menjawab berbagai pertanyaan ini, berikut pembahasan secara lengkap.

Apa itu Resesi ?

Pengertian Resesi adalah Kondisi ketika produk domestik bruto (GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

Selain itu resesi  juga bisa diartikan sebagai penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan, berlangsung dalam waktu yang lama.(wikipedia)

Apabila terjadi resesi dalam waktu yang cukup lama, akan mengakibatkan penurunan perekonomian secara simultan seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan.

Hal ini juga sering disebut dengan depresi depresi ekonomi.  pengertian depresi ekonomi yaitu suatu keadaan terjadi penurunan aktivitas ekonomi yang parah dan berkepanjangan.

Resesi sering diasosiasikan dengan turunnya harga-harga (deflasi), atau, kebalikannya, meningkatnya harga-harga secara tajam (inflasi) dalam proses yang dikenal sebagai stagflasi.

Penyebab terjadinya resesi adalah salah satunya mayoritas orang mengurangi pengeluarannya. Lalu apa penyebab orang mengurangi biaya pengeluarannya ?

Penyebabnya tidak stabilnya ekonomi yang diantaranya meningkatnya suku bunga yang tinggi, pengurangan upah pekerja, serta inflasi. Secara singkat, resesi dapat diartikan sebagai kelesuan perekonomian.

Apa Itu Inflasi ?

Pengertian inflasi adalah terjadinya kenaikan harga-harga barang atau jasa dalam waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun di suatu negara yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara ketersediaan barang dan uang.

Inflasi berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain: konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang dan ketidakstabilan ekonomi.(wikipedia)

Istilah inflasi juga sering digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadang kala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.


Hubungan Resesi dan Inflasi

Saat terjadinya resesi di suatu negara, sering kali di ketahui sejak awal bahwa ada penurunan harga-harga komoditas barang maupun jasa. 

Bahkan resesi bisa juga sebaliknya, yaitu terdapat kenaikan komoditas barang atau jasa. Kedua dampak yang timbul akibat resesi ini memang cukup dikawatirkan. mengingat akan berdampak pada inflasi.

Jika terjadi inflasi yang sangat parah maka akan muncul gejolak resesi yang akan menjadi depresi ekonomi. Apabila tidak ditangani secara serius, maka bisa saja menyebabkan kebangkrutan atau collaps.

Apabila sudah seperti ini, tentu saja untuk melakukan pemulihan akan terasa lebih sulit jika suatu negara sudah sampai ke tahapan kebangkruan atau collaps.

Tidak selamanya inflasi itu memperburuk perekonomian suatu negara. Terkadang suatu negara harus melakukan inflasi guna menyeimbangkan perekonomiannya.

Jadi Hubungan antara Resesi dan inflasi yaitu hubungan yang bisa mengakibatkan terjadi gejolak perekonomian di sebuah negara. Inflasi dan resesi bisa terjadi di negara maju sekalipun.


Namun setiap negara pasti memiliki batas inflasi maupun resesi yang sangat parah dan harus segera dilakukan perbaikan secara makro.

Itulah pembahasan tentang hubungan resesi dan inflasi, selayaknya suatu negara harus bisa memutuskan hal-hal yang berkaita dengan resesi dan inflasi. Sehingga masyarakat dapat hidup dengan sejahtera.

Subscribe to receive free email updates: